LiputanINDO.com - Metode persalinan kerap menjadi pilihan sulit, memilih antara persalinan secara normal atau caesar masih jadi perbincangan hangat di kalangan ibu yang tengah mengandung. Hal ini juga yang ditanyakan oleh Nina Zatulini dan juga Jennifer Bachdim. Belakangan ini keduanya kerap bertanya soal kehamilan dan persalinan.
Hal ini dapat dilihat dari postingan Instagram
Story yang mereka unggah mereka beberapa waktu lalu. Nina Zatulini misalnya,
yang terus bertanya kepada netizen soal pemilihan metode persalinan yang baik
bagi dirinya, mengingat usia kehamilan Nina sudah hampir masuk trimester 3.
"Apakah usiaku bisa mempengaruhi metode
persalinan yang akan aku pilih?" ujar Nina dalam unggahan Instagram Story
miliknya.
Senada dengan Nina, istri dari pesepakbola
Indonesia Irfan Bachdim, Jennifer Bachdim juga meminta rekomendasi dokter
kandungan yang tepat baginya. Hal ini dapat dilihat dalam unggahan Instagram
miliknya baru-baru ini.
"Oiya ma, apa sih bedanya metode kelahiran
normal dan caesar? Apakah ada dampak/pengaruhnya ke anakku nanti?" unggah
Jennifer Bachdim di akun media sosial miliknya.
Pertanyaan seperti itu pasti menghinggapi para ibu
yang tengah mengandung. Patut diingat proses persalinan baik itu normal maupun
caesar mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr Darrel
menyatakan metode persalinan terdiri dari 2 macam yaitu persalinan normal atau
yang biasa disebut dengan pervaginam dan juga persalinan secara caesar. Apa
bedanya?
Persalinan pervaginam adalah persalinan secara
normal, yaitu ketika bayi keluar melalui jalan lahir yang biasanya. Lain halnya
dengan operasi caesar, yaitu saat persalinan dilakukan dengan membuat sayatan
di dinding perut untuk mengeluarkan bayi lewat proses operasi.
Lebih lanjut ia mengatakan, secara umum dokter
akan menganjurkan para ibu hamil untuk melakukan proses persalinan secara
normal. Dengan catatan, tidak ada kontraindikasi terhadap persalinan normal
pada ibu dan juga bayinya.
"Namun, bila ditemukan ada indikasi pada ibu
atau janinnya yang dapat menyulitkan proses kelahiran secara normal. Maka ada
pertimbangan untuk dilakukan operasi caesar. Jadi operasi caesar itu ada
indikasinya, bisa indikasi ibu atau indikasi janin," ungkap dr Darrel.
dr Darrel juga mengatakan metode persalinan secara
caesar sering dinilai dapat menghilangkan bakteri baik pada bayi. Namun,
menurutnya para ibu tak perlu khawatir karena dengan pemberian ASI kekebalan
tubuh anak akan dikembalikan.
Senada dengan dr Darrel, Dokter Spesialis
Kebidanan dan Kandungan dr Boy Abidin perlunya ASI untuk bayi dengan proses
persalinan caesar.
"Untuk mengejar kekurangan tersebut, mama
bisa memberikan ASI secara eksklusif. Dengan pemberian ASI secara eksklusif,
maka bakteri baik yang tadinya kehilangan bisa didapatkan dari ASI
tersebut," ungkap dr Boy.
Sementara Dokter spesialis kebidanan dan kandungan
dr Ardiansjah Dara yang mengatakan bayi yang lahir secara normal memang
memiliki kelebihan yaitu mendapatkan makanan pertamanya berupa bakteri baik
yang hidup di vagina ibunya.
"Lain halnya dengan yang melahirkan secara
caesar. Tapi mama jangan khawatir, karena minimal mama bisa memberikan ASI.
Karena ASI mengandung pre dan probiotik yang juga dapat meningkatkan sistem imunitas
anak," ujar dr Ardiansjah.
Lebih lanjut, ia juga menyarankan kepada para Ibu
pascaoperasi untuk tetap berkonsultasi dengan dokter kandungan perihal asupan
makanan yang dapat membuat bayi jadi lebih kuat.
Nah, bagaimana sudah tahukan kira-kira apa yang
harus disiapkan untuk menentukan proses persalinan. Di sisi lain, para ibu juga
tak perlu khawatir untuk melakukan metode operasi caesar karena imunitas bayi
yang tak didapatkan akan tergantikan dengan pemberian ASI eksklusif.
Ibu pun tak perlu lagi untuk khawatir soal metode
persalinan yang dipilih karena apapun metode persalinannya, itu adalah yang
terbaik bagi ibu dan juga bayinya.
Sumber: HaiBunda


Tidak ada komentar:
Posting Komentar